Software Process Models

Model proses software (software process models )  adalah representasi yang disederhanakan dari proses perangkat lunak. Setiap model proses merupakan proses dari perspektif tertentu, dan dengan demikian hanya menyediakan informasi parsial mengenai proses itu. Sebagai contoh, model kegiatan proses menunjukkan kegiatan dan urutan kegiatan tetapi mungkin tidak menunjukkan peran orang-orang yang terlibat dalam kegiatan ini.

Dalam konteks software engineering, proses bukanlah ‘resep kaku’ untuk bagaimana untuk membangun perangkat lunak komputer. Sebaliknya, itu adalah pendekatan beradaptasi yang memungkinkan orang-orang melakukan pekerjaan (tim software) untuk memilih pengaturan yang sesuai dengan tindakan dan tugas kerja. Tujuannya adalah untuk selalu memberikan software secara tepat waktu dan dengan kualitas yang memadai untuk memenuhi kebutuhan orang-orang yang telah mensponsorinya dan orang-orang yang akan menggunakannya.

Sebuah kerangka (framework) proses menetapkan dasar untuk memroses rekayasa perangkat lunak secara  lengkap dengan mengidentifikasi sejumlah kecil aktivitas kerangka kerja yang berlaku untuk semua proyek perangkat lunak, terlepas dari ukuran atau kompleksitas proyek software tersebut.  Selain itu,
kerangka proses mencakup serangkaian kegiatan yang berlaku menyeluruh untuk proses perangkat lunak. Sebuah kerangka proses generik untuk rekayasa perangkat lunak meliputi lima kegiatan: communication, planning, modeling, contruction dan deployment.

Kelima kegiatan kerangka generik dapat digunakan untuk pengembangan sekala kecil, program sederhana, pembuatan aplikasi web yang besar, dan untuk rekayasa
software yang besar, sistem berbasis komputer yang rumit.  Rincian proses perangkat lunak akan sangat berbeda dalam setiap kasus, tetapi kegiatan kerangka tetap sama.

Bagi banyak proyek perangkat lunak, kegiatan kerangka diterapkan berulang sebagai proyek berkelanjutan. Artinya, komunikasi, perencanaan, pemodelan, konstruksi, dan penyebaran diterapkan berulang kali melalui sejumlah iterasi proyek.  Setiap iterasi proyek menghasilkan peningkatan software yang menyediakan para pemangku kepentingan dengan subset fitur perangkat lunak secara keseluruhan dan fungsionalitas. Karena setiap kenaikan diproduksi, perangkat lunak menjadi lebih dan lebih lengkap. ( sumber : Roger S. Presman, “software Engineering : Apractitioner’s Approch” , McGraw-Hill, 2010)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>